Sabtu, 29 November 2014

Sekarang aku cacat....

Sejujurnya aku terkejut dengan apa yang menimpaku!!!

Biasa setiap membuka mata saat terbangun aku merasakan bias cahaya matahari yang menyapa dua bola mata bundarku, tapi saat ini tidak.
aku hanya merasakan satu bola mataku saja yang tersapa oleh matahari.

awalnya aku sangat ketakutan apa yang sebenarnya terjadi, karena selain merasa ada masalah pada satu bola mataku... aku juga merasa asing ketika terbangun sudah berada diruangan yang aku pun merasa asing dan dikelilingi oleh orang banyak, terlebih kaki kananku tak bisa digerakan dan diperban.

aku sungguh ketakutan, tapi anehnya aku hanya membisu sambil menatap sekitar..
aku melihat ada mama dan papaku, biasanya aku jarang sekali bertemu mereka!! tapi saat ini mereka ada didekatku bahkan disisiku.
aku juga melihat teman-temanku disisiku, mereka semua seperti mengkhawatirkan keadaanku!!
tapi aku hanya diam, diam dan tetap diam.

terkejut, aku melihat orang tuaku bisa ada disini didekatku.. padahal mereka sedang berada berbeda pulau denganku!!! dan teman-teman yang aku kira mereka tidak solid denganku justru mereka yang ada disampingku ketika aku membuka mata..
teman-teman yang aku anggap sebagai keluarga dan sahabatku malah tidak ada disampingku, aku tidak melihat keberadaan mereka.

seperti tidak mengerti dengan apa yang terjadi denganku, aku bertanya kepada mamaku yang kebetulan ada disampingku.,
kenapa mama bisa kesini? ini aku dimana ma? kamar aku kenapa berubah dan banyak temanku berkunjung kesini?
yah, aku ingat sekali ini pertanyaan yang aku lontarkan kepada mama.
Mama hanya tersenyum sambil mengelus kepalaku..

aku jelas bingung dengan respon yang diberikan mama,, dan tiba-tiba salah satu temanku langsung aja nyamber kaya geledek..
"lo kecelakaan ka, untung selamat lo... udah parah banget kondisi loh?
aku terdiam, karena aku tidak ingat apapun.,, yang aku tahu saat terbangun kemarin aku sudah berada diruangan ini.

aku meraba mata kananku,,
seolah mengerti isaratku,, mama berkata mataku dijahit 12 jahitan karena robek. untuk sementara aku hanya bisa menggunakan mata kiriku saja.. aku kembali terdiam.

aku lalu memegang kaki kananku.., mamapun langsung mengerti dan memberitahuku kalau kaki kananku untuk sementara waktu tidak bisa digunakan karena engselnya lepas aku terpaksa menggunakan tongkat untuk beberapa bulan.

aku hanya diam dan diam dari kemaren hingga sekarang.., aku tak mengerti kenapa begitu banyak hal yang aku alami disaat usiaku genap 25 tahun...

sekarang aku cacat,, aku hanya bisa menggunakan mata kiriku saja untuk melihat....
dan untuk menutupi jahitan dan benang hitam dimataku,, aku terpaksa harus menggunakan kacamata.
aku juga harus belajar berjalan untuk menormalkan kakiku,, aku tahu nantinya kakiku ini tidak akan memiliki ukuran yang sama,, kakiku pasti kecil sebelah.

jujur aku heran,, kemana teman-teman yang aku percaya dan aku anggap sahabat??? kenapa mereka tidak melihatku??? kenapa justru mereka yang berselisih paham denganku dan mereka yang aku anggap tidak baik malah ada saat aku membuka mata pertama kali??

apa aku harus berterimaksih akan hal ini???
karena aku jadi tahu ternyata orangtuaku sangat menyanyangiku dan aku jadi tahu siapa yang layak aku jadikan sahabat???
tapi apa aku harus membayar mahal untuk ini semua dengan satu penglihatanku???

aku tidak tahu harus sedih atau senang,, yang jelas aku sekarang bakal mengalami sedikit kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari..

air mataku menetes,, entahlah..
ini air mata kebahagiaan atau justru kesedihan???

aku sepi disini,, aku ingin keluar dari sini..
aku ingin berbagi cerita dengan seseorang,, tapi aku masih belum mempunyai teman yang tidak akan mengecewakanku seperti yang sudah-sudah.

tak apa aku sekarang tak sempurna,, tapi aku harus menjadi sempurna dengan karya-karya yang akan aku hasilkan nantinya..,, aku pernah terpuruk sebelumnya meskipun aku belum pernah cacat sebelumnya..

beruntungnya aku masih memiliki benda setia,, yaitu buku dan laptop..
mereka lah yang selama ini setia menemani dan menampung keluh kesahku...,, kesetiaan mereka melebihi manusia-manusia yang selama ini aku kenal dan aku anggap sahabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar